Artikel Seputar Bayi

Saturday, January 20, 2007

komplikasi kehamilan

DEFINISI
keguguran & kelahiran mati keguguran (aborsi spontan)
adalah kehilangan janin karena penyebab alami sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. kelahiran mati (stillbirth) adalah kehilangan janin karena penyebab alami pada saat usia kehamilan mencapai lebih dari 20 minggu. seorang bayi yang lahir pada usia kehamilan berapapun dan langsung bernafas atau jantungnya berdenyut spontan, dikatakan lahir hidup. jika kemudian bayi tersebut meninggal, maka dikatakan sebagai kematian bayi baru lahir (kematian neonatus). sekitar 20-30% wanita hamil mengalami perdarahan atau kram minimal 1 kali selama 20 minggu pertama kehamilan.


sekitar separuhnya menyebabkan keguguran. sekitar 85% keguguran terjadi pada trimester pertama dan biasanya disebabkan oleh kelainan pada janin. 15% sisanya, terjadi pada minggu ke 13-20; duapertiganya terjadi akibat kelainan pada ibu dan sepertiganya penyebabnya tidak diketahui. sebelum terjadinya keguguran, wanita hamil biasanya mengalami spotting (bercak perdarahan) atau perdarahan dan keputihan dari vagina. rahimnya berkontraksi, menyebabkan kram. jika terjadi keguguran, maka perdarahan, keputihan dan kram menjadi lebih berat. pada akhirnya, sebagian atau seluruh isi rahim akan keluar. pada keguguran stadium awal, dengan usg bisa diketahui apakah bayi masih hidup. setelah keguguran, usg dan pemeriksaan lainnya digunakan untuk melihat apakah semua isi rahim telah keluar. jika seluruh isi rahim telah keluar, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. jika hanya sebagian isi rahim yang keluar, maka dilakukan kuretase untuk membersihkan rahim.

jika janin telah mati tetapi tetap berada dalam rahim (missed abortion), maka janin dan plasenta harus dikeluarkan melalui kuretase. untuk missed abortion stadium lanjut, bisa digunakan obat yang menyebabkan kontraksi rahim sehingga rahim mengeluarkan isinya (misalnya oksitosin). jika perdarahan dan kram terjadi pada kehamilan 20 minggu (ancaman aborsi), maka dianjurkan untuk menjalani tirah baring. wanita tersebut tidak boleh bekerja dan tidak boleh melakukan hubungan seksual. tidak diberikan hormon karena hampir selalu tidak efektif dan bisa menyebabkan cacat bawaan, terutama pada jantung atau organ reproduksi. ancaman aborsi bisa terjadi jika leher rahim (serviks) membuka terlalu dini akibat kelemahan pada jaringan fibrosa. kadang pembukaan servikal ini bisa ditutup melalui pembedahan dengan menjahitnya, yang nanti akan dibukan sesaat sebelum persalinan. aborsi septik adalah infeksi yang sangat serius. isi rahim harus segera dikeluarkan dan infeksi harus diatasi dengan antibiotik dosis tinggi.

kehamilan ektopik
kehamilan ektopik (kehamilan diluar kandungan) adalah suatu kehamilan dimana janin berkembang diluar rahim, yaitu di dalam tuba falopii (saluran telur), kanalis servikalis (saluran leher rahim), rongga panggul maupun rongga perut. dalam keadaan normal, sebuah sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium (indung telur) dan masuk ke dalam tuba falopii. di dalam tuba, dengan dorongan dari rambut getar yang melapisi tuba, dalam waktu beberapa hari, sel telur akan mencapai rahim. biasanya sel telur dibuahi di dalam tuba falopii tetapi tertanam di dalam rahim. jika tuba tersumbat (misalnya karena infeksi), maka sel telur akan bergerak secara lambat atau tertahan. sel telur yang telah dibuahi tidak pernah sampai ke rahim dan terjadilah kehamilan ektopik.

resiko terjadinya kehamilan ektopik meningkat pada:
- kelainan tuba falopii
- sebelumnya pernah mengalami kehamilan ektopik
- pemakaian des (dietilstilbestrol)
- kegagalan ligasi tuba (prosedur sterilisasi, dimana dilakukan pengikatan atau pemotongan tuba).

kehamilan ektopik biasanya terjadi pada salah satu tuba falopii (kehamilan tuba). kehamilan ektopik bisa berakibat fatal dan harus segera diatasi. gejala dari kehamilan ektopik adalah spotting dan kram. gejala ini timbul karena ketika janin mati, lapisan rahim dilepaskan seperti yang terjadi pada menstruasi yang normal. jika janin mati pada stadium awal, maka tidak terjadi kerusakan tuba falopii. jika janin terus tumbuh, bisa menyebabkan robekan pada dinding tuba sehingga terjadi perdarahan. jika perdarahan terjadi secara bertahap, bisa menimbulkan nyeri dan kadang menimbulkan penekanan pada perut bagian bawah akibat penimbunan darah.

biasanya setelah sekitar 6-8 minggu, penderita tiba-tiba merasakan nyeri yang hebat di perut bagian bawah, lalu pingsan. gejala ini biasanya menunjukkan bahwa tuba telah robek dan menyebabkan perdarahan hebat ke dalam perut. kadang kehamilan ektopik sebagian terjadi di dalam tubah dan sebagian di dalam rahim. keadaan ini menyebabkan kram dan spotting. janin memiliki ruang untuk tumbuh, sehingga kehamilan ektopik biasanya baru pecah di kemudian hari, biasanya pada minggu ke 12-16. jika hasil pemeriksaan darah dan air kemih menunjukkan positif hamil tetapi rahim tidak membesar, maka diduga telah terjadi kehamilan ektopik. pada usg rahim tampak kosong dan di dalam rongga panggul atau rongga perut terlihat darah. laparoskopi digunakan untuk melihat kehamilan ektopik secara langsung.

untuk memperkuat diagnosis, dilakukan kuldosentesis, yaitu pengambilan contoh darah yang tertimbun akibat kehamilan ektopik melalui sebuah jarum yang dimasukkan lewat dinding vagina ke dalam rongga panggul. berbeda dengan darah vena atau arteri, darah ini tidak membeku. biasanya harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan kehamilan ektopik. pada kehamilan tuba, biasanya dibuat sayatan ke dalam tuba dan janin serta plasenta diangkat. tuba dibiarkan terbuka agar penyembuhan terjadi tanpa pembentukan jaringan parut karena jaringan parut bisa menyebabkan penderita sulit untuk hamil lagi. prosedur ini kadang dilakukan melalui suatu laparoskopi. jika terjadi kerusakan berat pada tuba dan tidak dapat diperbaiki, maka tuba harus diangkat. jika tidak terdengar denyut jantung janin, pada kehamilan tuba stadium awal bisa diberikan obat metotreksat.

anemia
anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) kurang dari normal. selama hamil, volume darah bertambah sehingga penurunan konsentrasi sel darah merah dan hemoglobin yang sifatnya menengah adalah normal. selama hamil, diperlukan lebih banyak zat besi (yang diperlukan untuk menghasilkan sel darah merah) karena ibu harus memenuhi kebuhan janin dan dirinya sendiri. jenis anemia yang paling sering terjadi pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, yang biasanya disebabkan oleh tidak adekuatnya jumlah zat besi di dalam makanan.

anemia juga bisa terjadi akibat kekurangan asam folat (sejenis vitamin b yang diperlukan untuk pembuatan sel darah merah). diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah yang menentukan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin dan kadar zat besi dalam darah. anemia karena kekurangan zat besi diobati dengan tablet besi. pemberian tablet besi tidak berbahaya bagi janin tetapi biasa menyebabkan gangguan lambung dan sembelit pada ibu, terutama jika dosisnya tingggi. wanita hamil dianjurkan untuk minum tablet besi meskipun jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobinnya normal, agar yakin bahwa mereka memiliki zat besi yang cukup untuk janin dan dirinya sendiri.

anemia karena kekurangan asam folat diobati dengan tablet folat. untuk wanita hamil yang menderita anemia sel sabit, pengobatannya masih bersifat kontroversial; kadang perlu dilakukan transfusi darah.

inkompatibilitas rh
inkompatibilitas rh adalah suatu ketidaksesuaian rh di dalam darah ibu hamil dan darah bayinya. sebagai akibat dari inkompatibilitas rh, tubuh ibu akan membentuk antibodi terhadap sel-sel darah merah bayi. antibodi menyebabkan beberapa sel darah merah pecah dan kadang menyebabkan penyakit hemolitik (sejenis anemia) pada bayi. golongan darah ditentukan berdasarkan kepada adanya molekul-molekul pada permukaan sel darah merah. golongan darah rh terdiri dari beberapa molekul tersebut.

salah satu dari molekul tersebut adalah rh-nol-d, yang biasanya menyebabkan inkompatibilitas rh. jika sel darah merah memiliki molekul rh-nol-d, maka dikatakan rh-positif; jika tidak memiliki molekul rh-nol-d, dikatakan rh-negatif. inkompatibilitas rh terjadi jika ibu memiliki darah dengan rh-negatif dan janin memiliki rh-positif yang berasal dari ayahnya. darah janin bisa bercampur dengan darah ibu melalui plasenta (ari-ari), terutama pada akhir kehamilan dan selama persalinan. sel darah janin dianggap sebagai benda asing oleh tubuh ibunya, sehingga ibu menghasilkan antibodi untuk menghancurkannya.

kadar antibodi pada tubuh ibu terus bertambah selama kehamilan dan antibodi ini bisa melewati plasenta lalu masuk ke tubuh janin dan menghancurkan sebagian sel darah merah janin. akibatnya bisa terjadi penyakit hemolitik pada janin (eritroblastosis fetalis) atau pada bayi baru lahir (eritroblastosis neonatorum). tetap pada kehamilan pertama, anak yang dilahirkan jarang mengalami kelainan ini karena biasanya tidak terjadi kontak yang berarti antara darah janin dan darah ibu. pada setiap kehamilan berikutnya, ibu menjadi lebih sensitif terhadap darah rh-positif dan menghasilkan antibodi lebih dini. penghancuran sel darah merah pada tubuh janin bisa menyebabkan anemia dan peningkatan kadar bilirubin (limbah hasil penghancuran sel darah merah). jika kadar bilirubin ini sangat tinggi, bisa terjadi kerusakan otak.

pada pemeriksaan kehamilan biasanya dilakukan penyaringan untuk menentukan golongan darah ibu. jika ibu memiliki rh-negatif, dilakukan pemeriksaan golongan darah ayah. jika ayah memiliki rh-positif, dilakukan pengukuran kadar antibodi rh pada ibu. darah ibu dan darah bayi bisa mengadakan kontak selama persalinan sehingga tubuh ibu membentuk antibodi. karena itu sebagai tindakan pencegahan, diberikan suntikan immunoglobulin rh-nol-d kepada ibu yang darahnya memiliki rh-negatif dalam waktu 72 jam setelah melahirkan bayi dengan rh-positif (bahkan juga setelah mengalami keguguran atau aborsi). pemberian suntikan ini menyebabkan hancurnya sel-sel dari bayi yang mungkin mensensitisasi ibu, sehingga biasanya kehamilan berikutnya tidak berbahaya. tetapi sekitar 1-2% ibu yang mendapatkan suntikan ini tetap mengalami sensitisasi, kemungkinan karena sensitisasi terjadi lebih dini.

untuk mencegah terjadinya sensitisasi dini, suntikan bisa diberikan pada kehamilan 28 minggu dan setelah persalinan. dengan mengukur kadar antibodi rh pada ibu secara periodik, bisa diambil tindakan untuk mengantisipasi gangguan pada janin. jika kadar antibodi rh terlalu tinggi, dilakukan amniosentesis (pengambilan contoh cairan ketuban untuk dianalisa). kadar bilirubin pada contoh cairan ketuban diukur. jika kadarnya terlalu tinggi, dilakukan transfusi darah pada janin. transfusi tambahan biasanya diberikan setiap 10-14 hari sampai kehamilan 32-34 minggu. setelah lahir, biasanya diberikan 1 atau beberapa kali transfusi. pada kasus yang tidak terlalu berat, transfusi biasanya baru dilakukan setelah bayi lahir.

abrupsio plasenta
abrupsio plasenta adalah pelepasan plasenta yang berada dalam posisi normal pada dinding rahim sebelum waktunya, yang terjadi pada saat kehamilan bukan pada saat persalinan. plasenta mungkin tidak menempel seluruhnya (kadang hanya 10-20%) atau menempel seluruhnya. penyebabnya tidak diketahui. abrupsio lebih sering ditemukan pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes atau penyakit rematik dan wanita pemakai kokain. terjadi perdarahan rahim yang berasal dari sisi tempat menempelnya plasenta.

perdarahan eksternal terjadi jika darah keluar melalui vagina, tetapi jika darah terperangkap di belakang plasenta, akan terjadi perdarahan tersembunyi. gejala yang timbul tergantung kepada luasnya pelepasan plasenta dan banyaknya darah yang hilang. gejalanya berupa: - perdarahan vagina - nyeri perut yang timbul secara tiba-tiba - nyeri kram perut - nyeri jika perut ditekan. untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan usg. abrupsio plasenta menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen dan zat gizi untuk janin dan bisa menyebabkan kematian janin. sedangkan ibu bisa mengalami perdarahan yang serus, dic (disseminated intravascular coagulation, bekuan darah di dalam pembuluh darah), gagal ginjal dan perdarahan ke dalam dinding rahim.

keadaan ini lebih sering terjadi pada wanita hamil yang mengalami pre-eklamsi) dan bisa merupakan petunjuk bahwa janin berada dalam keadaan gawat atau telah meninggal. penderita segera dirawat dan menjalani tirah baring. jika gejalanya berkurang, penderita mulai latihan berjalan dan mungkin boleh pulang. jika gejalanya semakin memburuk, dilakukan persalinan dini untuk menyelamatkan ibu dan bayi.

plasenta previa
plasenta previa adalah plasenta yang tertanam di atas atau di dekat serviks (leher rahim), pada rahim bagian bawah. di dalam rahim, plasenta bisa menutupi lubang serviks secara keseluruhan atau hanya sebagian. plasenta previa biasanya terajdi pada wanita yang telah hamil lebih dari 1 kali atau wanita yang memiliki kelainan rahim (misalnya fibroid). pada akhir kehamilan, tiba-tiba terjadi perdarahan yang jumlahnya bisa semakin banyak. darah yang keluar biasanya berwarna merah terang. untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan usg. jika perdarahannya hebat, dilakukan transfusi darah berulang. jika perdarahannya ringan dan persailinan masih lama, bisanya dianjurkan untuk menjalani tirah baring. hampir selalu dilakukan operasi sesar karena cenderung terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen dan ibu bisa mengalami perdarahan hebat.

hiperemesis gravidarum
hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan selama masa hamil, tidak seperti morning sickness yang biasa dan bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan. penyebabnya tidak diketahui. faktor psikis bisa memicu atau memperburuk muntah. berat badann pendertia menurun dan terjadi dehidrasi. dehidrasi bisa menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. jika muntah terus terjadi, bisa terjadi kerusakan hati. komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. penderita dirawat dan mendapatkan cairan, glukosa, elektrolit serta vitamin melalui infus.

penderita berpuasa selama 24 jam. jika perlu, bisa diberikan obat anti-mual dan obat penenang. jika dehidrasi telah berhasil diatasi, penderita boleh mulai makan makanan lunak dalam porsi kecil. biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. jika gejala kembali kambuh, maka pengobatan diulang kembali.

pre-eklamsi & eklamsi
pre-eklamsi (toksemia gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. eklamsi adalah bentuk pre-eklamsi yang lebih berat, yang menyebabkan terjadinya kejang atau koma. pre-eklamsi terjadi pada 5% kehamilan dan lebih sering ditemukan pada kehamilan petama dan pada wanita yang sebelumnya menderita tekanan darah tinggi atau penyakit pembuluh darah. eklamsi terjadi pada 1 dari 200 wanita yang menderita pre-eklamsi dan jika tidak diobati secara tepat biasanya bisa berakibat fatal. penyebab dari pre-eklamsi dan eklamsi tidak diketahui.
resiko utama terjadinya pre-eklamsi adalah abrupsio plasenta.

gejala-gejala dari pre-eklamsi adalah:
- tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mm hg
- wajah atau tangan membengkak
- kadar protein yang tinggi dalam air kemih.

seorang wanita yang pada saat hamil tekanan darahnya meningkat secara berarti tetapi tetap dibawah 140/90 mm hg, juga dikatakan menderita pre-eklamsi. bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita pre-eklamsi, 4-5 kali lebih rentan terhadap kelainan yang timbul segera setelah lahir. bayi yang dilahirkan juga mungkin kecil karena adanya kelainan fungsi plasenta atau karena lahir prematur. pre-eklamsi dan eklamsi tidak memberikan respon terhadap diuretik (obat untuk membuang kelebihan cairan) dan diet rendah garam.

penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah normal dan minum air lebih banyak. sangat penting untuk menjalani tirah baring. penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar. untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang, bisa diberikan magnesium sulfat intravena (melalui pembuluh darah). jika pre-eklamsinya bersifat ringan, penderita cukup menjalani tirah baring di rumah, tetapi harus memeriksakan diri ke dokter setiap 2 hari. jika perbaikan tidak segera terjadi, biasanya penderita harus dirawat dan jika kelainan ini terus berlanjut, maka persalinan dilakukan sesegera mungkin.

penderita pre-eklamsi berat dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring. cairan dan magnesium sulfat diberikan melalui infus. dalam waktu 4-6 jam, biasanya tekanan darah kembali normal dan bayi dapat dilahirkan dengan selamat. jika tekanan darah tetap tinggi, sebelum persalinan dimulai, diberikan obat tambahan.

komplikasi utama dari pre-eklamsi dan eklamsi adalah sindroma hellp, yang terdiri dari:
1.hemolisis (penghancuran sel darah merah)
2. peningkatan enzim hati (yang menunjukkan adanya kerusakan hati)
3. penurunan jumlah trombosit (yang menunjukkan adanya gangguan kemampuan pembekuan darah).


sindroma hellp cenderung terjadi jika pengobatan pre-eklamsi tertunda. jika terjadi sindroma hellp, bayi segera dilahirkan melalui operasi sesar. setelah persalinan, dilakukan pemantauan ketat untuk melihat tanda-tanda terjadinya eklamsi. 25% kasus eklamsi terjadi setelah persalinan, biasanya dalam waktu 2-4 hari pertama setelah persalinan. tekanan darah biasanya tetap tinggi selama 6-8 minggu. jika lebih dari 8 minggu tekanan darahnya tetap tinggi, kemungkinan penyebabnya tidak berhubungan dengan pre-eklamsi.

herpes gestasional
herpes gestasional adalah lepuhan berisi cairan yang sangat gatal, yang terjadi selama kehamilan. penggunaan istilah herpes sebenarnya tidak tepat karena ruam yang terjadi tidak disebabkan oleh virus herpes maupun virus lainnya. herpes gestasional diduga disebabkan oleh antibodi abnormal yang beraksi terhadap jaringan tubuh sendiri (reaksi autoimun). ruam ini bisa timbul kapanpun setelah kehamilan 12 minggu atau segera setelah persalinan. ruam biasanya terdiri dari vesikel (lepuhan kecil/besar yang berisi cairan) atau bula (pembengkakan yang bentuknya tidak beraturan dan berisi carian).

ruam ini seringkali berawal di perut lalu menyebar. segera setelah persalinan, ruam akan semakin memburuk dan menghilang dalam beberapa minggu atau bulan kemudaian. ruam seringkali muncul lagi pada kehamilan berikutnya atau jika penderita menggunakan pil kb. bayi yang dilahirkan mungkin memiliki ruam yang serupa, tetapi biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu, tanpa pengobatan.

untuk memperkuat diagnosis, diambil kerokan kulit yang terkena dan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui adanya antibodi. tujuan pengobatan adalah untuk meringankan gatal-gatal dan mencegah terbentuknya lepuhan yang baru. untuk ruam yang ringan, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan langsung ke kulit yang terkena sesering mungkin. untuk ruam yang lebih luas, diberikan kortikosteroid per-oral (melalui mulut). mengkonsumsi kortikosteroid pada akhir kehamilan tidak akan membahayakan bayi. jika setelah persalinan gatal-gatal semakin hebat atau ruam semakin menyebar, mungkin perlu diberikan kortikosteroid dengan dosis yang lebih tinggi.

urtikaria gestasional
urtikaria gestasional adalah kaligat yang terjadi pada saat hamil. penyebabnya tidak diketahui. kaligata biasanya timbul di perut, dan bisa menyebar ke paha, bokong, kadang sampai ke lengan. ruam kaligata biasanya muncul pada 2-3 minggu menjelang persalinan. tetapi mungkin saja timbul setelah kehamilan mencapai 24 minggu. rasa gatal sering menyebabkan penderita tidak dapat tidur di malam hari. setelah persalinan, kaligata biasanya menghilang dan tidak kambuh pada kehamilan berikutnya. untuk mengatasi gatal-gatal dan meredakan ruam kaligata, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan sesering mungkin. jika ruamnya lebih berat, diberikan kortikosteroid per-oral.

Sumber : http://www.medicastore.com/cybermed/detail_pyk.php?idktg=17&iddtl=570


Apakah itu IPD ?

APA yang harus IBU ketahui tentang IPD?
(berdasarkan hasil survey terhadap ibu-ibu yang memiliki anak di bawah 5 tahun)
IPD : Invasive Pneumococcal Disease

IPD disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus) Penyakit ini berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian / cacat permanent Paling banyak menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun Penularannya melalui percikan ludah sewaktu berbicara, batuk dan bersin Bakteri ini hidup secara normal di rongga hidung dan tenggorokan Anak-anak di bawah usia 2 tahun masih berisiko terkena IPD karena sudah berinteraksi dengan dunia luar Banyak bakteri yang sudah kebal antibiotika Faktor pemicu terjangkitnya penyakit ini karena kondisi tubuh anak sedang turun atau baru sembuh dari penyakit Bisa disembuhkan, tetapi tetap membawa gejala sisa seperti kelumpuhan dan kehilangan pendengaran

1. Apakah IPD?
IPD (baca : Ay Pi Di) adalah sekelompok penyakit yang terdiri dari :
Radang paru (pneumonia) Radang selaput otak (meningitis) Infeksi darah (bakteremia) Sepsis (kelanjutan infeksi darah yang mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh) Penyakit-penyakit ini dapat mengakibatkan cacat dan dapat menyebabkan kematian.

2. Apakah penyebab IPD?
IPD disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus) yang menyebabkan kematian utama satu juta bayi dan balita setiap tahunnya di seluruh dunia. IPD paling banyak menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun.

3. Apa gejala-gejala IPD?
Radang paru (pneumonia) – demam menggigil, nyeri dada saat bernapas, batuk berdahak, denyut nadi cepat, lemah, lemas, dan sesak napas. Kadang-kadang disertai mual, muntah dan nyeri kepala. Pada bayi biasanya ditandai dengan rewel dan kurang napsu makan. Radang selaput otak (meningitis) – demam tinggi, kejang, gelisah, lesu, muntah, nyeri kepala, gangguan kesadaran hingga koma. Infeksi darah (bakteremia) – gejalanya akan lebih berat karena merupakan komplikasi dari pneumonia dan dapat mengakibatkan meningitis. Sepsis – dapat mengakibatkan syok septik, kegagalan fungsi organ tubuh dan kematian.


4. Apakah IPD dapat diobati?
IPD sebenarnya dapat diobati dengan cara pemberian antibiotika dosis tinggi, tetapi saat ini banyak bakteri S. pneumoniae yang sudah kebal terhadap beberapa antibiotika, sehingga semakin mempersulit pengobatannya.

5. Apa akibat meningitis yang ditimbulkan oleh IPD?
Meningitis pneumokokus dapat menyebabkan kematian dan kecacatan yang permanen berupa : Ketulian Retardasi mental Kemunduran Inteligensi Kelumpuhan Gangguan syaraf

6. Siapa saja yang dapat terserang?
IPD sebenarnya dapat menyerang siapa saja dan dimana saja karena bakteri penumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan. Dapat menjadi ganas pada kelompok umur yang rentan yaitu bayi dan anak-anak dibawah usia 2 tahun.

7. Adakah data kejadian penyakit di Asia?
IPD menyerang bayi dan anak-anak baik di Negara berkembang maupun di negara maju.
Philipina. Research Institute of Tropical Medicine (RITM) pada akhir 1990-an melaporkan bahwa 35% bayi dan anak yang terkena infeksi pneumokokus meninggal dunia. Hong Kong. Dr. Susan Chiu meneliti 1.978 anak usia 2-6 tahun di 79 tempat Penitipan Anak, sebesar 19.4% (383) membawa bakteri pneumokokus (carrier) di dalam saluran pernapasan mereka. Singapura. Chong CY pada tahun 2003 mengkonfirmasikan bahwa bakteri pneumokokus menyebabkan infeksi pada anak usia di bawah 5 tahun. Tingkat kesakitan (morbiditas) meningkat dari 0 pada tahun 1988 menjadi 10.5% pada tahun 1999. Malaysia. National Morbidity Survey kedua pada tahun 1996 menunjukkan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit utama yang diderita balita dengan tingkat fatalistas sebesar 3.1%. Setidaknya 1/3 dari kasus ISPA yang meninggal disebabkan oleh infeksi bakteri pneumokokus. Sementara tingkat kejadian bakteremia (infeksi darah) adalah 30 per 100.000 balita dan untuk meningitis (radang otak) 750 kasus per tahun dengan angka kematian 15-20 anak per-tahun.

8. Bagaimana penularannya?
Penularannya melalui percikan ludah, ketika orang yang sudah terinfeksi kuman s. pneumoniae itu batuk, bersin ataupun berbicara.

9. Bagaimana melindungi bayi dari IPD?
Cara melindungi bayi dari IPD adalah dengan memberikan vaksin pneumokokus. Wyeth sebagai perusahaan nutrisi dan farmasi terkemuka di dunia memproduksi satu-satunya vaksin pneumokokus baru (7 – valent Penumococcal Conjugate Vaccine) yang khusus bagi bayi dan anak di bawah 2 tahun. Vaksin ini terdiri dari 7 serotipe S.pneumoniae sebagai penyebab 80% terjadinya IPD pada bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun.
Vaksin pneumokokus baru ini merupakan kontribusi Wyeth dalam upaya menekan angka kematian dan kecacatan pada bayi dan anak di bawah 2 tahun yang mempunyai kekebalan tubuh belum sempurna.

Jadwal pemberian vaksin dapat diberikan mulai usia 2 bulan :
Usia dibawah 12 bulan à diberikan 4 dosis, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan booster pada usia 12 -15 bulan. Usia 7 – 11 bulan à diberikan 3 dosis, 2 dosis pertama dengan interval 4 minggu, dosis ketiga diberikan setelah usia 12 bulan. Usia 12 – 23 bulan à cukup diberikan 2 dosis, dengan interval 2 bulan. Untuk anak usia 2 tahun ke atas à cukup diberikan 1 dosis saja. Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi lengkap dapat bertahan jangka panjang karena vaksin ini dapat merangsang pembentukan sel memori di dalam tubuh buah hati anda.

10. Bagaimana keampuhan vaksin ini?
Studi klinis pada 37.000 bayi di Kalifornia Utara, Amerika Serikat menunjukkan vaksin pneumokokus memiliki tingkat keampuhan sebagai berikut :
97% efektif dalam mencegah IPD pada bayi yang telah divaksinasi penuh (4 dosis). 89% efektif dalam mencegah semua kasus IPD pada anak yang telah mendapat satu kali atau lebih dosis vaksinasi. Studi tahun 2003 menemukan jumlah bayi penderita IPD berkurang 78% setelah diberikan vaksinasi pneumokokus saat bayi berusia dibawah 2 tahun.

11. Apakah vaksin ini aman?
Reaksi umum ditimbulkan oleh vaksin pneumokokus sama seperti semua jenis vaksin. Pada studi klinis, reaksi umum dari vaksinasi yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan, rewel dan kemerahan (rash) pada kulit.

12. Dimanakah vaksin ini bisa didapatkan?
Vaksin pneumokokus tersedia hampir di semua dokter spesialis anak di kota anda atau di rumah sakit besar yang terdekat.

Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak mengenai jadwal pemberian vaksin pneumokokus baru sesuai dengan kondisi kesehatan dan usia anak anda.

JANGAN AMBIL RISIKO, VAKSINASI SEGERA!


8 MITOS MENYUSUI DAN FAKTANYA

Katanya ASI bisa kurang kalau si bayi rakus. Bagaimana faktanya?
Dr. RudyFirmansjah B. Rivai, Sp.A dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) HarapanKita Jakarta menjelaskannya kepada kita.

1. ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN
Salah. Memang, banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui di hari pertamadan mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun tak perlu cemas karena dihari pertama, selain bayi belum memerlukan cairan tambahan, di dalamtubuhnya pun masih ada cadangan cairan yang cukup.ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi, kebiasaan memberi cairan sepertisusu formula, air putih, teh manis kepada bayi baru lahir tentu kurangtepat. Di banyak negara tindakan ini sudah menjadi kebiasaan dengan alasanagar bayi tidak rewel atau sekadar menghilangkan hausnya. Ditambah lagi,bila cairan itu diberikan dengan dot, selain refleks mengisap bayi jaditidak terasah, ia juga berisiko bingung puting.

2. ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI "RAKUS"
Salah. ASI bisa mencukupi semua kebutuhan asupan makanan dan minuman bayihingga bayi berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan bayi pada minggupertama sekitar 80-100 ml/kg per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/kgpada usia 3-6 bulan. Semua itu cukup dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagibayi superrakus sekalipun.Sebuah penelitian menyebutkan, 98 ribu dari 100 ribu ibu yang mengatakanproduksi ASI-nya kurang, ternyata memiliki cukup ASI. ASI tidak bisaberproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik.Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruhmitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-samamengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisiyang sama. Jadi, salah kalau ada yang menganggap payudara kanan mengandungmakanan dan yang kiri minuman. Puaskan bayi pada satu payudara selamakira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindahkan lagi kepayudara pertama.

3. PAYUDARA KENDUR GARA-GARA MENYUSUI
Tidak ada hubungannya. Kendur tidaknya payudara tidak ada hubungannyadengan pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara adalah kehamilan itusendiri. Saat hamil hormon-hormon membuat payudara penuh berisi ASI. Ukuranpayudara pun terlihat lebih besar dari biasanya. Nah, pascamenyusui, ukuranpayudara kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun mengendur dan membuatpayudara sedikit kendur.Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat pijat atau senam payudarakeindahan bentuk payudara bisa dipertahankan. Pilih juga bra yang tepatagar bisa membuat bentuk payudara tidak kendur. Selain itu, menyusui jugabisa memproteksi payudara dari serangan kanker payudara. Penelitianmembuktikan, risiko terkena kanker mengecil jika ibu menyusui anaknya.

4. SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI
Salah. Konon, menyusui membuat nafsu makan ibu bertambah lahap, sehinggasulit mengatur berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah penelitianmenyebutkan, menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebihcepat. Kala menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil diubahmenjadi energi. Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan jika ibutidak menyusui.

5. UKURAN PAYUDARA TENTUKAN BANYAKNYA ASI
Salah. Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh besar kecilnya payudara,tapi tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Payudaraberukuran besar kanan bergizi yang cukup dan seimbang.Bahkan menyusui bisa memberi perlindungan terhadap zat kimia beracuntertentu. Pada kecelakaan kebocoran reaktor di Chernobyl, didapat faktabahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit daripada dalamtubuh ibu. Para ahli pun berkesimpulan, ada mekanisme tubuh tertentu yangmenyaring racun sehingga konsentrasinya dalam ASI sangat rendah.

6. BANYAK BERISTIRAHAT BISA MENAMBAH PRODUKSI ASI
Kurang tepat. Mitosnya saat istirahat produksi ASI akan berjalan lancar.Ini tidak sepenuhnya benar. Yang betul makin sering ASI diberikan, makinbanyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakanmengisap. Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI punberkurang. Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur. Janganlupa untuk merawat dan memijat payudara agar produksi ASI tetap lancar.

7. TIDUR BAYI LEBIH LELAP JIKA MINUM SUSU FORMULA
Tidak tepat. Memang, bayi-bayi yang diberikan susu formula cenderung tidurlama. Penyebabnya, susu formula umumnya tidak dapat dicerna dengan cepat,sehingga efek rasa kenyangnya lebih lama dan tidurnya pun terkesan lebihlama. Tapi kuantitas tidak menjamin kualitas. Jadi, tidak ada perbedaankualitas tidur antara bayi peminum ASI dan susu formula.

9. MENYUSUI TANGKAL KEHAMILAN
Tidak sepenuhnya salah. Sebuah riset mengemukakan, menyusui bisa menurunkankesuburan. Pada ibu yang tidak menyusui, kesuburan biasanya muncul kembalidalam 4-6 minggu pascapersalinan. Pada ibu menyusui, rentangnya bisa lebihlama, karena proses ovulasi terhambat.Saat menyusui produksi hormon prolaktin meningkat. Hormon ini cukup efektifmenghambat ovulasi, menstruasi pun menjadi tertunda.

Itulah mengapa, kalau menyusui, tubuh tak mampu menghasilkan sel telur matang. Walhasil, spermayang masuk tidak akan menemukan "pasangan"nya. Kehamilan pun tidak akanterjadi atau disebut KB alami, yang sering diistilahkan LAM (LactationAmenorrhoe Methode).Meskipun efektivitasnya mencapai 98%, menyusui tidak menjamin ibu tidakhamil. Karena persyaratan menyusui sebagai KB alami sangat ketat, diantaranya ASI harus diberikan secara eksklusif. Frekuensi pemberiannyaharus diatur, 10 kali dalam satu hari, disamping banyak syarat lain yangharus dipenuhi. Risiko kehamilan tetap besar jika ibu tidak bisa mematuhisyarat-syarat tersebut.

Tuesday, January 09, 2007

Madu untuk si Mungil ?

Madu Untuk Si Mungil? Sebaiknya tidak.
Madu yang lezatdan banyakmanfaatnya bisa membawa petaka bila diberikan pada simungil yang belum lagi genap berusia setahun.
Madu diambil dari alam dan dimakan dalam kondisi yang murni. Sayangnya, kemurnian tersebut seringkali dicemari oleh sejenisbakteri yang dapatmenghasilkan racun (toksin) dalam saluran cerna bayi. Racun tersebut dikenal dengan istilah toksin botulinum.

Mengapa harus menunggu 1 tahun?
Karena setelah melewati usia tersebut, saluran cerna bayi sudah cukup matang dan bakteri tidak bisa tumbuhberkembang di sana.
Memang cukup disayangkan karena madu terkenal sebagainutrisi yang baikbagi kesehatan. Masalahnya, belum ada proses pengolahan yang mampu membunuh bakteri tersebut tanpa merusak madu itu sendiri.

Kasus keracunan itu sendiri memang jarang terjadi karena tidak semua madu mengandung bakteri tersebut. Karena itu tidakheran bila banyakorang memberikan madu pada bayinya tanpa pernahterjadi efek negatif apapun. Masalahnya, bagaimana kalau kita sedang sial danmendapat madu yangmengandung bakteri itu?
Dengan alasan tersebut, selalu dianjurkan agar pemberian madu hendaknya baru dilakukan setelah bayi berusia lebih dari 1tahun.


Madu sebaiknya tidak dikonsumsi pada anak usia dibawah 1 tahun.
Robert Koch Institut Berlin danOesterreichische Gesellschaftfür Ernährung menyarankan agar bayi (0-12 bl) tidakdiberikan madu dalammakanan yang dikonsumsinya. Alasan yang mereka kemukakan adalahkemungkinan munculnya penyakit Saeuglingsbotulismus yang timbul melalui kerja dari Bakteri Clostridium Botulinum.Penyakit di atas biasanya jarang terdiagnosa, namun dapat menimbulkan kematian pada bayi.Penyakit ini biasanya ditemukan hanya di usia pertama kehidupan sang anak, terutama memiliki efek yang fatal khususnya di usia 6bulan pertama. "Hanya" di masa satu tahun pertama ini bakteri tersebut memiliki kemungkinan menimbulkan penyakit Saeuglingsbotulismus dengan proses"pengalih kekuasaan" di organ organ pencernaankemudianmenghasilkan/membentuk gift (Botulinustoxin) ditempat tersebut.

Pada anak yang lebih tua dan dewasa kasus ini takakan muncul,kemungkinana karena di usia tersebut sudahterbentuk Darmflora yang lebihstabil. Namun peringatan ini tidak berlaku padamakanan jadi yangterkandung madu di dalamnya, karena proses pemanasanbiasanya telahmematikan si bakteri penyebab penyakit.


Sumber : http://www.info-sehat.com/


Friday, August 18, 2006

Campak Jerman atau Rubbela

Rubella , yang sering dikenal dengan istilah campak
Jerman atau campak 3 hari adalah sebuah infeksi yang menyerang, terutama, kulit
dan kelenjar getah bening.
Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella (virus yang berbeda dari virus yang menyebabkan penyakit campak), yang biasanya ditularkan melalui cairan yang keluar dari hidung atau tenggorokan. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui aliran darah seorang wanita yang sedang hamil kepada janin yang dikandungnya. Karena penyakit ini tergolong penyakit ringan pada anak-anak, bahaya medis yang utama dari penyakit ini adalah infeksi pada wanita
hamil, yang dapat menyebabkan sindrom cacat bawaan pada janin tersebut.

Sebelum vaksin untuk melawan Rubella tersedia pada tahun 1969, epidemi
rubella terjadi setiap 6 s.d. 9 tahun. Anak-anak dengan usia 5 - 9 menjadi korban
utama dan muncul banyak kasus rubella bawaan. Sekarang, dengan adanya program imunisasi pada anak-anak dan remaja usia dini, hanya muncul sedikit kasus rubella bawaan.
Most rubella infections today appear in young, unimmunized adults rather than children. In fact, experts estimate that 10% of young adults are currently susceptible to rubella, which could pose a danger to any children they might have someday.

Saat ini, sebagian besar infeksi rubella terjadi pada pria-wanita dewasa usia
muda dan bukan pada anak-anak. Munurut fakta, para ahli memperkirakan bahwa 10%
anak muda saat ini rentan terhadap rubella. Hal ini memicu bahaya laten yang mungkin akan berdampak pada anak-anak yang akan mereka miliki di masa datang.

Tanda-tanda dan gejala
Infeksi rubella dimulai dengan adanya demam ringan
selama 1 atau 2 hari (99 - 100 Derajat Fajrenheit atau 37.2 - 37.8 derajat
celcius) dan kelenjar getah bening yang membengkak dan perih, biasanya di bagian
belakang leher atau di belakang telinga. Pada hari kedua atau ketiga,
bintik-bintik (ruam) muncul di wajah dan menjalar ke arah bawah. Di saat bintik ini
menjalar ke bawah, wajah kembali bersih dari bintik-bintik. Bintik-bintik ini
biasanya menjadi tanda pertama yang dikenali oleh para orang tua.
Ruam rubella dapat terlihat seperti kebanyakan ruam yang diakibatkan oleh virus lain. Terlihat sebagai titik merah atau merah muda, yang dapat berbaur menyatu menjadi sehingga terbentuk "tambalan" berwarna yang merata. Bintik ini dapat terasa gatal dan terjadi hingga tiga hari. Dengan berlalunya bintik-bintik ini, kulit yang terkena kadangkala megelupas halus.
Gejala lain dari rubella, yang sering ditemui pada remaja dan orang dewasa,
termasuk: sakit kepala, kurang nafsu makan, "conjunctivitis" ringan
(pembengkakan pada kelopak mata dan bola mata), hidung yang sesak dan basah,
kelenjar getah bening yang membengkak di bagian lain tubuh, serta adanya rasa sakit dan bengkak pada persendian (terutama pada wanita muda). Banyak orang yang terkena rubella tanpa menunjukkan adanya gejala apa-apa.


Ketika rubella terjadi pada wanita hamil, dapat terjadi sindrom rubella bawaan,
yang potensial menimbulkan kerusakan pada janin yang sedang tumbuh. Anak yang terkena rubella sebelum dilahirkan beresiko tinggi mengalami keterlambatan pertumbuhan, keterlambatan mental, kesalahan bentuk jantung dan mata, tuli, dan problematika hati, limpa dan sumsum tulang.

Penularan
Virus rubella menular dari satu orang ke orang lain melalui sejumlah kecil cairan hidung dan tenggorokan. Orang yang mengidap rubella sangat berpotensi menularkan virus tersebut dalam periode satu minggu sebelum sampai satu minggu sesudah ruam muncul. Seseorang yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala rubella tetap dapat menularkan virus tersebut
Balita yang memiliki rubella bawaan dapat melepaskan virus tersebut melalui urin dan cairan hidung dan tenggorokan selama satu tahu atau lebih dan dapat menularkan virus terhadap orang yang belum terimunisasi.

Pencegahan
Rubella dapat dicegah dengan vaksin rubella. Imunisasi rubella secara luas dan merata sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, yang pada akhirnya dapat mencegah cacat bawaan/lahir akibat sindrom rubella bawaan. Vaksin ini biasanya diberikan kepada anak-anak berusia 12 - 15 bulan dan menjadi bagian dari imunisasi MMR yang telah terjadwal. Dosis
kedua MMR biasanya diberikan pada usia 4 - 6 tahun, dan tidak boleh lebih dari 11 - 12 tahun. Sebagaimana dengan imunisasi lainnya, selalu ada pengecualian tertentu dan kasus-kasus khusus. Dokter anak akan memiliki informasi yang tepat. Vaksin rubella tidak boelh diberikan kepada wanita hamil atau wanita yang akan hamil dalam jangka waktu satu bulan sesudah pemberian vaksin. Jika anda berpikir untuk hamil, pastikan bahwa anda kebal terhadap
rubella melalui tes darah. Jika tidak, sebaiknya anda mendapatkan vaksinasi setidaknya
satu bulan sebelum memulai kehamilan. Wanita hamil yang tidak kebal terhadap rubella harus
menghindari orang yang mengidap penyakit ini harus diberikan vaksinasi
setelah melahirkan sehingga dia akan kebal terhadap penyakit ini di kehamilan
berikutnya Masa inkubasi Periode inkubasi rubella adalah 14 - 23 hari, dengan
rata-rata inkubasi adalah 16 - 18 hari.

Jangka waktu
Ruam rubella biasanya berlangsung selama 3 hari. Pembengkakan kelenjar akan
berlangsung selama satu minggu atau lebih dan sakit persendian akan berlangsung selama lebih dari dua minggu. Anak-anak yang terkena rubella akan pulih dalam jangka waktu satu minggu sementara pada orang dewasa membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Penanganan
Rubella tidak dapat ditangani dengan antibiotik karena AB tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi virus Wanita hamil yang terkena rubella harus segera menghubungi DSOGnya secepatnya.


Penanganan di rumah
Rubella biasanya penyakit yang ringan, terutama pada anak-anak dan hanya
membutuhkan penanganan kecil di rumah. Awasi suhu badan anak dan hubungi
dokter jika demamnya meninggi Untuk mengurangi keyidaknyamanan, anda dapat memberi
balita anda acetaminophen atau ibuprofen. Cegah penggunaan aspirin kepada anak-anak yang terkena infeksi virus karena penggunaan aspirin pada kasus tersebut dicurigai menyebabkan terjadinya sindrom Reye, yang dapat menyebabkan kegagalan hati dan kematian
Kapankah harus menghubungi DSA Hubungi DSA anda jika balita anda mengalami demam
dengan suhu tubuh 102 F/38.9 C atau lebih (atau diatas 100.4 F/38C pada anak dibawah
enam bulan) atau jika anak tersebut menunjukkan gejala yang lebih parah dibandingkan yang digambarakan pada artikel ini.



Sunday, July 23, 2006

Memperdengarkan Al Quran Meningkatkan IQ Balita

Ternyata Al Quran dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakniketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka.
Dr Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruhbacaan Al Quran dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuahSeminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu.Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkanreaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang.

Penulis pun mempunyai seorang keponakann yang lahir tahun 2002. Entah adakaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satutahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suaraorang mengaji melalui tape recorder.
Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjaditeratur. Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnyatidak tentu.

Sedangkan Al Quran, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepadaTuhan Maha Pencipta. Jadi, bila bacaan Al Quran diperdengarkan kepada bayi,akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupunakhirat.
Seperti diketahui, dalam musik terkandung komposisi not balok secarakompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiridan otak kanan, yang outputnya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi.Ternyata Al Quran pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkandengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al Quranmampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak.

Ingat, neoron pada otak bayi yang baru lahir itu umumnya bak "disket kosongsiap pakai". Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukanberbagai fenomena dari kehidupannya. Pada gilirannya terciptalah sirkuitdengan wawasan tertentu. Istilah populernya apa lagi kalau bukan"intelektual". Sedangkan anyaman tersebut akan sernakin mudah terbentuk padawaktu dini. Neoron yang telah teranyam di antaranya untuk mengatur faktoryang menunjang kehidupan dasar seperti detak jantung dan bernapas. Sementaraneoron lain menanti untuk dianyam, sehingga bisa membantu anak menerjemahkandan bereaksi terhadap dunia luar.

Selama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam halperkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksij. Lalu setahun kemudianotak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susahterjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut. Makanya para pakarperkembangan anak menyebut usia balita sebagai golden age bagi perkembanganinteligensia anak.
Memang bila orangtua tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan jalan membantudari belakang, maka tetap tidak akan mempengaruhi kemampuan otak anak dalammenganyam neoron, Karena kesempatan untuk memperkuat koneksi otak terbukaluas selama masa anak-anak. Tetapi tentu akan semakin baik bila orangtua punikut aktif membantu.

Otak telah tumbuh jauh sebelum bayi lahir. la telah mulai bekerja yanghasilnya merupakan benih penginderaan berdasarkan prioritas. Umumnyapendengaran Iebih dulu.
Jadi, selama masa itu penting sekali untuk selalu menghadirkan lingkungankondusif dan baik bagi perkembangan otaknya. Hilangnya lingkungan ini hanyaakan membuat otak menderita dan menganggur yang gilirannya mempengaruhitingkat kecerdasannya.

Dalam kaitan" upaya meningkatkan pribadi Muslim, seyogianya bayi sudahdiperdengarkan bacaan Al Quran sejak dalam rahim. Jadi, bila ada anjurankepada ibu-ibu hamil untuk rajin membaca Al Quran menjelang bersalin, ituada dasar ilmiahnya juga. Makin baik dan benar bacaan itu, termasuk lagunya,makin baik hasilnya.
Tujuannya tentu saja bukan mengajak bayi memahami substansi atau maknakandungan ayat-ayat Al Quran, tetapi memperkuat daya tangkap/konsentrasiotak bayi. Sehingga akan semakin mudahlah ia menghafal ayat-ayat Al Quranbeserta terjemahannya ketika sudah memasuki masa belajar.

Bila banyak ibu hamil yang sanggup membeli kaset lagu pop, dangdut, sampaimusik klasik, rasanya ironis bila kaset qiraah Al Quran saja tidak sampaiterbeli. Apalagi harganya relatif murah.
Sumber : Laporan: Nasrullah Idris <http://www.amanah.or.id/images/news/img_333_l.jpg>


Wednesday, July 19, 2006

ASI Vs Susu Formula

Komposisi ASI yang unik dan spesifik tak mungkin bisadiimbangi oleh susu formula. Apa saja sihkeunggulannya?
Asal Anda tahu, setiap air susu mamalia(makhluk/binatang yang menyusui anaknya), spesifikuntuk masing-masing spesiesnya. Jadi ASI manusia yapaling cocok untuk bayi manusia. Jadi, sungguh sayangbila bayi Anda tidak mendapat ASI.Untuk lebih meyakinkan, berikut beberapa keunggulanASI dibanding susu formula.
Sumber gizi sempurna ASI:
Mengandung zat gizi berkualitas tinggi yangberguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasanbayi. Antara lain, faktor pembentuk sel-sel otak,terutama DHA, dalam kadar tinggi. ASI juga mengandungwhey (protein utama dari susu yang berbentuk cair)lebih banyak daripada casein (protein utama dari susuyang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65:35.Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudahdiserap oleh tubuh bayi.Susu formula: Tidak seluruh zat gizi yang terkandungdi dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. Misalnya,protein susu sapi tidak mudah diserap karenamengandung lebih banyak casein. P erbandingan whey :casein susu sapi adalah 20:80.
Mudah dicerna ASI:
Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurnapada usia kurang lebih 5 bulan. ASI mudah dicerna bayikarena mengandung enzim-enzim yang dapat membantuproses pencernaan, antara lain lipase (untukmenguraikan lemak), amilase (untuk menguraikankarbohidrat), dan protease (untuk menguraikanprotein).Sisa metabolisme yang akan diekskresikan (dikeluarkan) melalui ginjal pun hanya sedikit, sehingga kerjaginjal si kecil menjadi lebih ringan. Asal tahu saja,metabolisme ini penting karena merupakan prosespembakaran zat-zat di dalam tubuh menjadi enerji,sel-sel baru, dan lain-lain.Susu formula: Sulit dicerna karena tidak mengandungenzim perncernaan. Perlu diketahui, serangkaian prosesproduksi di pabrik mengakibatkan enzim-enzimpencernaan tidak berfungsi. Akibatnya, lebih banyaksisa pencernaan yang dihasilkan dari prosesmetabolisme, yang membuat ginjal bayi harus bekerjakeras.
Komposisi sesuai kebutuhan ASI:
Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertamamenyusui biasanya berubah dari hari ke hari. Perubahankomposisi ASI ini terjadi dalam rangka menyesuaikandiri dengan kebutuhan gizi bayi. Misalnya, kolostrum(cairan bening berwarna kekuningan yang biasanyakeluar pada awal kelahiran sampai kira-kira seminggusesudahnya) terbukti mempunyai kadar protein yanglebih tinggi, serta kadar lemak dan laktosa (gulasusu) yang lebih rendah dibandingkan ASI mature (ASIyang keluar hari ke-10 setelah melahirkan). Kandungankolostrum yang seperti ini akan membantu sistempencernaan bayi baru lahir yang memang belum berfungsioptimal.
Mengandung zat pelindung ASI:
Mengandung banyak zat pelindung, antara lainimunoglobulin dan sel-sel darah putih hidup, yangperlu untuk membantu kekebalan tubuh bayi. Selain itu,ASI mengandung zat yang tidak terdapat dalam sususapi, dan tidak dapat dibuat duplikasi atau tiruannyadalam susu formula, yaitu faktor bifidus. Zat inipenting untuk merangsang pertumbuhan bakteriLactobacillus bifidus yang membantu melindungi ususbayi dari peradangan atau penyakit yang ditimbulkanoleh infeksi beberapa jenis bakteri merugikan, sepertikeluarga coli .
Susu formula: Hanya sedikit mengandung imunoglobulin,dan sebagian besar merupakan jenis yang “salah” (tidakdibutuhkan oleh tubuh bayi). Selain itu, tidakmengandung sel-sel darah putih dan sel-sel lain dalamkeadaan hidup
Cita rasa bervariasi ASI:
Cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenissenyawa atau zat yang terkandung di dalam makanan danminuman yang dikonsumsi ibu.Susu formula: Bercita rasa sama dari waktu ke waktu.

Dewi HandajaniKonsultasi ilmiah: Prof. dr. Rulina Suradi, Sp.A(K),IBCLC, Divisi Perinatologi, Departemen Ilmu KesehatanAnak, FKUI, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.


Beda Kurang Gizi dan Gizi Buruk

Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak. Dari kurang gizi hingga busung lapar. Lalu bagaimana membedakannya?
Masyarakat terhenyak saat berita mengenai busung lapar yang menimpa anak-anak di NTB marak mengisi media massa. Silang pendapat antarpejabat pun tak kalah marak. Ada yang mengomentarinya semata-mata sebagai "kecelakaan", sebagian menyebutnya "sekadar" kurang gizi, dan sebagian lagi tegas-tegas mengatakannya sebagai busung lapar.

Secara umum, kurang gizi adalah salah satu istilah dari penyakit malnutrisi energi-protein (MEP), yaitu penyakit yang diakibatkan kekurangan energi dan protein. Bergantung pada derajat kekurangan energi-protein yang terjadi, maka manifestasi penyakitnya pun berbeda-beda. MEP ringan sering diistilahkan dengan kurang gizi. Sedangkan marasmus, kwashiorkor (sering juga diistilahkan dengan busung lapar atau HO), dan marasmik-kwashiorkor digolongkan sebagai MEP berat. Apa saja perbedaannya dan bagaimana ciri masing-masing?

KURANG GIZI
Penyakit ini paling banyak menyerang anak balita, terutama di negara-negara berkembang. Gejala kurang gizi ringan relatif tidak jelas, hanya terlihat bahwa berat badan anak tersebut lebih rendah dibanding anak seusianya. Rata-rata berat badannya hanya sekitar 60-80% dari berat ideal. Adapun ciri-ciri klinis yang biasa menyertainya antara lain:
* Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun.
* Ukuran lingkaran lengan atas menurun.
* Maturasi tulang terlambat.
* Rasio berat terhadap tinggi, normal atau cenderung menurun.
* Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang.

MARASMUS
Anak-anak penderita marasmus secara fisik mudah dikenali. Meski masih anak-anak, wajahnya terlihat tua, sangat kurus karena kehilangan sebagian lemak dan otot-ototnya. Penderita marasmus berat akan menunjukkan perubahan mental, bahkan hilang kesadaran. Dalam stadium yang lebih ringan, anak umumnya jadi lebih cengeng dan gampang menangis karena selalu merasa lapar. Ada pun ciri-ciri lainnya adalah:
* Berat badannya kurang dari 60% berat anak normal seusianya.
* Kulit terlihat kering, dingin dan mengendur.
* Beberapa di antaranya memiliki rambut yang mudah rontok.
* Tulang-tulang terlihat jelas menonjol.
* Sering menderita diare atau konstipasi.
* Tekanan darah cenderung rendah dibanding anak normal, dengan kadar hemoglobin yang juga lebih rendah dari semestinya.

KWASHIORKOR
Kwashiorkor sering juga diistilahkan sebagai busung lapar atau HO. Penampilan anak-anak penderita HO umumnya sangat khas, terutama bagian perut yang menonjol. Berat badannya jauh di bawah berat normal. Edema stadium berat maupun ringan biasanya menyertai penderita ini. Beberapa ciri lain yang menyertai di antaranya:* Perubahan mental menyolok. Banyak menangis, bahkan pada stadium lanjut anak terlihat sangat pasif.
* Penderita nampak lemah dan ingin selalu terbaring
* Anemia.
* Diare dengan feses cair yang banyak mengandung asam laktat karena berkurangnya produksi laktase dan enzim penting lainnya.
* Kelainan kulit yang khas, dimulai dengan titik merah menyerupai petechia (perdarahan kecil yang timbul sebagai titik berwarna merah keunguan, pada kulit maupun selaput lendir, Red.), yang lambat laun kemudian menghitam. Setelah mengelupas, terlihat kemerahan dengan batas menghitam. Kelainan ini biasanya dijumpai di kulit sekitar punggung, pantat, dan sebagainya.
* Pembesaran hati. Bahkan saat rebahan, pembesaran ini dapat diraba dari luar tubuh, terasa licin dan kenyal.

MARASMIK-KWASHIORKOR
Penyakit ini merupakan gabungan dari marasmus dan kwashirkor dengan gabungan gejala yang menyertai.
* Berat badan penderita hanya berkisar di angka 60% dari berat normal. Gejala khas kedua penyakit tersebut nampak jelas, seperti edema, kelainan rambut, kelainan kulit dan sebagainya.
* Tubuh mengandung lebih banyak cairan, karena berkurangnya lemak dan otot.
* Kalium dalam tubuh menurun drastis sehingga menyebabkan gangguan metabolik seperti gangguan pada ginjal dan pankreas.
* Mineral lain dalam tubuh pun mengalami gangguan, seperti meningkatnya kadar natrium dan fosfor inorganik serta menurunnya kadar magnesium.

GAGAL TUMBUH
Selain malnutrisi energi-protein di atas, ada juga gangguan pertumbuhan yang diistilahkan dengan gagal tumbuh. Yang dimaksud dengan gagal tumbuh adalah bayi/anak dengan pertumbuhan fisik kurang secara bermakna dibanding anak sebayanya. Untuk mudahnya, pertumbuhan anak tersebut ada di bawah kurva pertumbuhan normal. Tanda-tanda lainnya adalah:
* Kegagalan mencapai tinggi dan berat badan ideal
* Hilangnya lemak di bawah kulit secara signifikan
* Berkurangnya massa otot
* Dermatitis
* Infeksi berulang

FAKTOR PENYEBAB
Secara umum masalah malnutrisi energi-protein (MEP) disebabkan beberapa faktor. Yang paling dominan adalah tanggung jawab negara terhadap rakyatnya karena bagaimanapun MEP tidak akan terjadi bila kesejahteraan rakyat terpenuhi. Berikut beberapa faktor penyebabnya:
* Faktor sosial; yang dimaksud di sini adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan bergizi bagi pertumbuhan anak. Sehingga banyak balita yang diberi makan "sekadarnya" atau asal kenyang padahal miskin gizi.
* Kemiskinan; sering dituding sebagai biang keladi munculnya penyakit ini di negara-negara berkembang. Rendahnya pendapatan masyarakat menyebabkan kebutuhan paling mendasar, yaitu pangan pun seringkali tak bisa terpenuhi.
* Laju pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan bertambahnya ketersediaan bahan pangan akan menyebabkan krisis pangan. Ini pun menjadi penyebab munculnya penyakit MEP.
* Infeksi. Tak dapat dipungkiri memang ada hubungan erat antara infeksi dengan malnutrisi. Infeksi sekecil apa pun berpengaruh pada tubuh. Sedangkan kondisi malnutrisi akan semakin memperlemah daya tahan tubuh yang pada giliran berikutnya akan mempermudah masuknya beragam penyakit.
Tindak pencegahan otomatis sudah dilakukan bila faktor-faktor penyebabnya dapat dihindari. Misalnya ketersediaan pangan yang tercukupi, daya beli masyarakat untuk dapat membeli bahan pangan, serta pentingnya sosialisasi makanan bergizi bagi balita.

LANGKAH PENGOBATAN
Pengobatan pada penderita MEP tentu saja harus disesuaikan dengan tingkatannya. Penderita kurang gizi stadium ringan, contohnya, diatasi dengan perbaikan gizi. Dalam sehari anak-anak ini harus mendapat masukan protein sekitar 2-3 gram atau setara dengan 100-150 Kkal.
Sedangkan pengobatan MEP berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit yang menyertai harus diobati satu per satu. Penderita pun sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh. Sejalan dengan pengobatan penyakit penyerta maupun infeksinya, status gizi anak tersebut terus diperbaiki hingga sembuh.

Sumber: Dr. Adi S. Budhipramono, Sp.A.,
Siloam Gleneagles Hospital, Lippo Karawaci(Nakita)

Bayi Sakit Tak Selalu Disertai Demam

Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak muncul demam?
"Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya," papar Zakiudin.

Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa menang memerangi "makhluk asing" yang bisa merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya, kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol, penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi ini terjadi karena orang tua menganggap, selama bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal seharusnya tidak demikian."

KENALI BAYI ANDA
Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi, orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus mampu mengenali bayinya.

Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan sebagai berikut:
1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih seperti hari-hari kemarin?
2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI) masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias tidak mendadak menjadi pendiam?
4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset, kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya saja?"

PENGOBATAN FISIOLOGIS
Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik, buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis, yakni:
1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan. Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya untuk keluar.
2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya, sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu tubuh.
3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran, pemberian kompres air hangat paling baik di area tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar sirkulasi suhu tubuh.
Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya. "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh. Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."

Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang! "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke dokter," anjurnya.

BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24 jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang tua lakukan adalah:
1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata Zakiudin.
3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik, "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun, aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas bawa ke dokter.

Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini, Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu menyediakan termometer, pakaian yang menyerap keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan dingin, serta obat penurun panas.

Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui, parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390 C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan menahan panas tubuh selama 8 jam."

Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus." Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.

Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat, kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya normal dan banyak.
Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan, kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya, demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.

DUA PENYEBAB DEMAM
Menurut Zakiudin, demam bisa dikarenakan faktor fisiologis atau faktor akibat.
1. Demam karena faktor fisiologis
Panas atau demam yang terjadi adalah reaksi tubuh melawan kuman yang menyerang. Jadi, panas tubuh si kecil itu tanda bahwa sistem imunitas tubuhnya sedang bekerja membunuh penyakit yang datang. "Jadi kalau tubuh anak atau bayi panasnya baru 38 derajat Celcius dan tidak rewel, lebih baik jangan diberi obat penurun panas. Biarkan saja, karena dengan suhu tubuh tertentu penyakit yang menyerang bisa mati."
Dalam otak manusia, termasuk bayi, mempunyai sensor/pusat pengatur suhu. Karena inilah kenapa tubuh kita tak terpengaruh dengan suhu lingkungan, alias bisa menyesuaikan diri. Berbeda dengan ikan, jika di air dingin maka suhu tubuhnya dingin, dan jika di air yang panas suhu tubuhnya pun panas.
Jadi, panas tubuh anak/bayi yang meningkat itu mungkin disebabkan kondisi suhu lingkungan yang terlalu dingin. "Karena itulah suhu tubuh manusia pada malam hari cenderung lebih panas."

2. Demam karena faktor akibat
* Akibat infeksi
Saat imunitas bekerja memerangi kuman, dia mengeluarkan zat-zat tertentu yang merangsang panas tubuh menjadi meningkat. Begitu juga kala imunitas tubuh si anak/bayi kalah, dia akan megeluarkan zat tertentu yang juga merangsang naiknya suhu tubuh. Sebaliknya, kuman yang mati oleh imunitas tubuh pun akan mengeluarkan zat tertentu yang merangsang naiknya suhu tubuh.
Biasanya panas tubuh atau demam karena faktor inilah yang bisa menyentuh level menghawatirkan, di atas 39 derajat Celcius, bahkan bisa di atas 40 derajat Celcius. "Nah, di sini umumnya jika si anak tidak kuat atau mempunyai riwayat kejang, dia akan kejang-kejang." Karena itu, lanjut Zakiudin, jika panasnya tinggi perlu diberikan obat penurun panas.

* Akibat dehidrasi atau kurang cairan
Anak/bayi yang mengalami diare, kurang minum, hingga kekurangan cairan tubuh bisa mengalami demam juga. "Cirinya, suhu tubuhnya paling tinggi 380 C." Ciri lainya: mencret-mencret, sering BAB, loyo, lemah, letih lesu, dan tak bergairah.
Jika dehidrasinya dibarengi komplikasi lain, semisal ada serangan virus, jelas suhu tubuhnya akan semakin tinggi. Bisa saja menyentuh level di atas 400 C.

MENANGANI KEJANG
Jika anak punya riwayat kejang, pesan Zakiudin, jangan tunggu hinga tiga hari. Lekas detik itu juga bawa ke dokter. Kecuali bila kita mempunyai obat penurun panas dari dokter yang sudah ada obat antikejang, "Orang tua bisa sedikit lega karena boleh saja membawa anak ke dokter beberapa saat kemudian setelah minum obat tersebut."

Penanganan pertama yang bisa dilakukan orang tua adalah:
1. Buka seluruh pakaiannya untuk memudahkan sirkulasi panas tubuh anak/bayi.
2. Hati-hati, cegah jangan sampai lidahnya tergigit. Caranya, ganjal gigi anak/bayi dengan dengan benda yang tak membahayakan.
3. Berikan obat antikejang/penurun panas lewat anus.
Sumber : bayi-kita/Nakita


Pentinganya Memantau Gerakan Janin


Kedengarannya sepele tapi ternyata amat penting. Terlebih di trimester akhir yang merupakan masa "rawan" bagi janin. Ibu hamil bisa, kok, melakukannya di rumah dengan bantuan tabel khusus.
Dalam pemeriksaan rutin, dokter kandungan biasanya akan memantau gerakan janin yang merupakan salah satu indikator kesehatan janin. Umumnya observasi terhadap gerakan janin dilakukan melalui pemeriksaan USG dan pemeriksaan menggunakan kardiotokografi.

Sebenarnya, jelas dr. H. Taufik Jamaan, SpOG, ibu juga bisa melakukannya sendiri. Misalnya, saat tengah berbaring santai di rumah. Soal waktu, saran Taufik, sebaiknya dilakukan setelah memasuki trimester ketiga karena dapat memberikan gambaran yang terjadi pada janin. "Pertimbangannya, setelah memasuki usia kehamilan 28 minggu, gerakan janin akan lebih njlimet, makin kuat, dan frekuensinya pun kian kerap. Jadi, bila janin relatif diam, mesti dicurigai. Akan tetapi yang kelewat aktif pun harus diwaspadai," urai ginekolog dari Klinik Fertilitas Morula RS Bunda Jakarta.

Diharapkan, janin melakukan gerakan normal minimal 10 kali sehari. Kendati begitu, tidak adanya gerakan bukan selalu pertanda buruk. Bisa saja si janin saat itu tengah tertidur nyaman dalam rahim (sleeping baby). Jika benar demikian, tak ada ruginya melakukan usaha-usaha membangunkannya. Misalnya dengan mencari letak kepala janin lalu menggoyang-goyangkannya. Bila ia bergerak lagi, berarti janin dalam keadaan normal. Bisa juga membangunkannya dengan suara dengan frekuensi tertentu. Di rumah sakit, biasanya tersedia bel khusus yang akan dibunyikan di atas perut ibu. Janin yang normal akan meresponnya dengan bergerak kembali.

BERPUTAR TANPA HENTI
Namun jika janin diam saja alias tak merespon sama sekali rangsangan fisik dan suara yang diberikan, "Justru patut diwaspadai. Bukan tidak mungkin ia tengah mengalami hipoksia berat (kekurangan oksigen)." Salah satu penyebabnya, janin terlilit tali pusat. "Kondisi ini bisa diibaratkan dengan wajah yang tiba-tiba ditutup dengan tas plastik, hingga kita kesulitan atau malah tak dapat bernapas. Dalam usaha membebaskan diri dari kondisi tak bisa bernapas seperti itu, yang bersangkutan pasti akan membuat gerakan-gerakan memberontak.

Itu pula yang akan terjadi dengan janin. Bila terlilit tali pusat, ia akan bergerak sedemikian aktif guna membebaskan diri dari lilitan tersebut. Gerakan tersebut akan dirasakan ibunya sebagai gerakan berputar-putar tak menentu tanpa henti. Akan tetapi setelah beberapa waktu terjadi hal sebaliknya, janin tak banyak gerak atau malah diam sama sekali. Biasanya bila ibu segera menyadari dan bertindak cepat, masih ada waktu kira-kira dua jam untuk menyelamatkan nyawa janin.
TERLILIT TALI PUSAR
Pada trimester kedua, jika berdasarkan pantauan USG janin terlihat terlilit tali pusat, Taufik menganjurkan ibu lebih waspada. Kondisi demikian, jelasnya, berarti janin memiliki faktor risiko walau tak selamanya kondisi lilitan bakal membahayakan janin. Artinya, meski terlilit tali pusat, janin tetap bisa dilahirkan normal.

Tentu saja ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yakni jika lilitannya tak terlalu kencang hingga janin tak begitu terjerat kuat. Faktor lain adalah tali pusat yang panjang dan air ketuban yang banyak. Sebab, jika air ketubannya sedikit, dikhawatirkan janin akan semakin menekan tali pusat hingga ikatan di lehernya kian kencang. Atau sebaliknya, bila tali pusatnya pendek, makin lama ikatannya makin erat.

Dalam kondisi ini, biasanya dokter akan memantau arus darah pada tali pusat. Bila lebih meningkat berarti jeratannya semakin kuat. "Kondisinya sama saja dengan selang air. Bila selangnya dipencet, semburan airnya kian kencang/deras. Nah, kalau arus darah semakin deras, berarti ada efek penekanan pada tali pusat yang dapat membahayakan janin." Untuk menyelamatkan nyawa janin, biasanya akan dilakukan operasi untuk mengeluarkan janin lebih cepat.

Namun tak selamanya janin yang bergerak hiperaktif identik dengan hipoksia atau kekurangan oksigen. Bisa juga karena ulah si ibu sendiri. Semisal makan sate kambing. "Sate kambing itu panas, lo, dan bisa meningkatkan denyut jantung yang berimbas janin cenderung hiperaktif. Oleh sebab, ibu hamil tidak disarankan makan sate kambing," kata Taufik.
BEDA USIA, BEDA GERAKAN
Gerakan janin, jelas Taufik, berbeda pada setiap usia kehamilan. Gerakan pertama biasanya dirasakan si ibu pada usia kehamilan antara 14-16 minggu yang disebut dengan wickening. Di usia ini janin mulai tumbuh besar dan air ketuban pun tersedia cukup banyak, hingga ibu bisa merasakan janinnya bergerak sedikit. Sensasi yang muncul seperti "dikitik-kitik" atau serasa ada bola kecil menggelinding lembut dalam rahimnya. Tapi tak setiap ibu hamil akan merasakan gerakan janin di usia kehamilan yang sama. Yang belum pernah hamil umumnya agak telat merasakan gerakan awal ini, yakni di atas usia kehamilan 16 minggu.

Sampai usia kehamilan 28 minggu boleh dibilang gerakan janin belum begitu bermakna. Artinya, belum dapat menjadi indikator kesehatan janin seperti pada trimester akhir. Kecuali dengan bantuan alat canggih seperti USG yang memungkinkan mengamati gerakan, bahkan denyut jantung bayi. Gerakan janin baru akan terasa menghebat pada usia kehamilan 28 minggu. Karena proporsi yang paling besar saat ini adalah kepala, maka janin akan berputar-putar bahkan ber"salto" sedemikian rupa agar bisa memposisikan kepalanya ke arah bawah.
MEMANTAU DENGAN TABEL KHUSUS
Untuk memudahkan pemantauan gerakan, buatlah semacam tabel sederhana berisi 3 kolom. Kolom pertama diberi judul "Hari", yang berikut "Jam", dan kolom terakhir "Jumlah Tendangan". "Caranya, tak perlu memegangi perut setiap jam seharian penuh, kok. Cukup setiap 5-6 jam atau 3 kali sehari, pagi, sore dan malam hari. Kalaupun masih dianggap kelewat menyita waktu, bisa dilakukan 2 kali sehari, yakni setelah sarapan dan makan malam.

Teknisnya, tempelkan tangan di atas perut hingga ibu bisa merasakan gerakan janin sekaligus menghitungnya. Ibu harus dalam kondisi relaks, posisi berbaring ke kiri agar rahim tak menekan aorta dan pembuluh darah yang berada di atas rahim. Gerakan janin sendiri biasanya berirama/bergelombang mengingat janin berada di kantong yang penuh air.

Nah, pada trimester akhir di saat janin sudah semakin besar, ruangan yang tersisa dalam rahim pun kian sempit, hingga gerakannya tak lagi leluasa. Semisal tak bisa melakukan gerakan "salto" seperti di bulan-bulan sebelumnya. Yang masih banyak bergerak hanyalah kaki atau tangannya. Kepala pun tidak banyak bergerak karena umumnya sudah berada di bawah.

Kini, hitunglah setiap kali janin "menendang", "meninju" atau sekadar berkelit lalu tuliskan dalam tabel. Umpamanya, Kamis jam 08.00, janin bergerak 6 kali. Sementara di hari yang sama, jam 12.00, jumlah gerakannya 4 kali, sedangkan malam hari gerakannya mencapai 10 kali. Maka bila ditotal, gerakan hari itu mencapai 20 kali dan ini masuk kategori normal.

Sebaliknya, jika total gerakan janin sehari kurang dari 10 kali, segera hubungi dokter atau langsung periksakan diri ke rumah sakit. "Di rumah sakit biasanya akan dilakukan rekaman gerakan janin dengan menggunakan kardiotokografi. Dengan alat ini gerakan janin maupun kontraksi rahim bisa 'terbaca' lebih baik dan akurat," ujar Taufik.

Jika Posisi Buah Hati Sungsang

JIKA POSISI BUAH HATI SUNGSANG

Aih, apalagi ini? Jangan buru-buru panik. Kalaupun letaknya sungsang, masih bisa dikembalikan ke posisi normal, kok.
Bayi sungsang (mal presentasi) merupakan suatu kelainan letak bayi, yaitu posisi kepala di atas dan posisi bokong di bawah. "Sebetulnya sampai bayi berusia 34 minggu, letak bayi masih bebas. Artinya, letak kepala bisa di atas atau di bawah," ujar dr. Karno Suprapto, Sp.OG, dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Ini terjadi karena pada permulaan kehamilan, berat janin relatif lebih rendah dibandingkan dengan rahim. Akibatnya, janin masih bebas bergerak. Nah, menginjak usia 28-34 minggu kehamilan, berat janin makin membesar, sehingga tidak bebas lagi bergerak. Pada usia tersebut, umumnya janin sudah menetap pada satu posisi. "Kalau posisinya salah, maka disebut sungsang," terang Karno.

PENYEBAB
Letak yang salah itulah yang dapat menimbulkan masalah saat ibu harus menjalani persalinan. Dan berbeda dengan persalinan normal, pada persalinan sungsang dibatasi waktu. Begitu badan bayi sudah keluar, kepalanya harus dikeluarkan 4 menit kemudian. "Ini perlu dan harus dilakukan demi keselamatan bayi. Sebab, jika terlalu lama, bayi bisa kekurangan oksigen dan dapat menimbulkan kematian," jelas Karno.
Tapi mengapa bisa sungsang? Menurut Karno, penyebabnya ada dua, yaitu faktor janin dan ibu sendiri. Dari segi janin, mungkin karena ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan ruangan rahim ibu. Akibatnya, janin bebas berputar, baik ke atas maupun ke bawah. Di Indonesia, bila berat bayi di bawah 3 kg dan ibunya telah beberapa kali melahirkan, ada kemungkinan akan menjadi sungsang.

Sebaliknya, bila si bayi terlalu besar dan posisi kepala masih di atas. Pada saat kepala akan melewati panggul menuju posisi normal, akhirnya terpental kembali karena ruangan panggul ibu terlalu sempit sehingga kepala bayi sulit berputar ke arah bawah.
Pada kasus bayi kembar, kemungkinan sungsang menjadi lebih besar sebab janin yang kepalanya berputar ke arah bawah lebih dulu akan membuat rongga panggul ibu susah dilalui janin kembarannya. Maka, pada bayi kembar, posisi salah satu janinnya sungsang.
Sedangkan faktor ibu, antara lain karena bentuk rahim yang tidak normal, air ketuban yang terlalu banyak, adanya tumor, plasenta di bawah, dan lainnya.

DETEKSI SUNGSANG
Letak janin sungsang sudah bisa diketahui saat kehamilan berusia tua. Caranya dengan perabaan luar melalui perut. Cara ini dilakukan oleh dokter atau bidan. Nah, bayi akan diduga sungsang bila bagian yang paling keras dan besar berada di kutub atas. Karena seperti kita tahu, kepala merupakan bagian terbesar dan terkeras dari janin.

Cara lain adalah melalui pemeriksaan bagian dalam dengan menggunakan jari. Cara ini pun hanya bisa dilakukan oleh dokter atau bidan. Bila di bagian panggul ibu lunak dan bagian atas keras, berarti bayinya sungsang. Cara lain adalah dengan ultrasonografi (USG).
Biasanya para ibu yang janinnya berposisi sungsang, dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud, dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur, kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. "Kemungkinannya kembali ke posisi normal, berkisar sekitar 92 persen. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal," ujar Karno.

Usaha lain yang dapat dilakukan oleh dokter adalah mengubah letak janin sungsang menjadi normal dengan cara versi luar (externalcephalic versin/ECV). Sesuai dengan namanya, versi luar adalah tindakan mengubah posisi janin sungsang dari luar tubuh ibunya.
Tindakan akan segera dihentikan bila saat versi luar, ibu merasa sakit. "Penghentian dilakukan karena kemungkinan otot rahim sensitif sehingga sewaktu diraba-raba terjadi kontraksi dan kejang. Bisa juga karena secara tak sengaja tindakan tersebut melepas plasenta," kata dr. Karno. Tak heran, versi luar tak bisa dilakukan bila letak plasenta ada di bawah sebab bayi tidak mungkin bisa diputar kembali ke posisi normal.

Versi luar sebaiknya dilakukan setelah kehamilan memasuki usia 34 minggu. Tapi saat ini versi luar jarang sekali dilakukan karena selain dapat membuat ibu merasa sakit dan bila dilakukan secara paksa, besar kemungkinan mengakibatkan tali pusat bayi tertekan dan plasenta terganggu. "Sehingga akan memberi dampak buruk pada bayi dan juga mengakibatkan kematian pada bayi. Bukan tidak mungkin bayi akan kekurangan suplai oksigen ke otaknya," terang Karno.

Kondisi gawat bisa terjadi apabila cairan amnion/ketuban pecah. Sebab, begitu pecah tidak ada satu bagian dari janin sungsang yang bisa menyumbat jalan lahirnya. Pada bayi normal, bila ketuban pecah, jalan keluar air ketuban tersebut masih dapat tertutup dengan kepala bayi yang langsung turun. Sedangkan pada bayi sungsang, di antara kedua kaki terdapat celah, sehingga air ketuban itu keluar sedikit demi sedikit dan lama-lama habis.
Padahal, makin sedikit air ketuban, makin dekat hubungan antara otot dinding rahim dengan janin. Jadi, ada kemungkinan janin terjepit otot rahim ibu. "Kepala janin yang besar dicengkeram oleh otot rahim dan akan mempersulit persalinan," jelas Karno. Kemudian, lanjut Karno, karena tali pusat berada di bagian depan tubuh bayi maka pada saat air ketuban itu keluar kadang-kadang bisa membawa sebagian tali pusat itu keluar ke mulut rahim. "Lalu tali pusat yang keluar itu terjepit sehingga suplai makanan dan suplai oksigen untuk janin akan berkurang dan dapat mengakibatkan janin meninggal."

CARA PERSALINAN
Kendati letak bayi sungsang, persalinan pervaginam masih tetap bisa dilakukan. Yang jelas, kata Karno, persalinan sungsang dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, ukuran bayi. Bila berat bayi di atas 3,5 kg, dokter akan cenderung memilih operasi caesar. Cara ini dipilih untuk menghindari cedera pada otot leher bayi yang mungkin saja tersangkut dan tertarik saat persalinan normal.
Kedua, urutan kelahiran. Jika sungsang terjadi pada anak pertama, persalinan disarankan melalui caesar. Karena panggul ibu belum pernah melahirkan, tidak bisa dicoba-coba untuk melahirkan dengan cara normal karena dapat mengakibatkan cedera.

Ketiga, posisi kepala janin. Pada janin normal, posisi kepala yang baik yaitu menunduk seperti menghadap ke bawah. Tapi, ada kemungkinan posisi kepala janin seperti posisi "militer", yaitu tegak menghadap ke depan (layaknya prajurit siap siaga). Pada janin sungsang, bila dipaksakan keluar dapat mematahkan tulang punggung yang paling atas dan dapat mengakibatkan radang otak. Sebab itulah sebaiknya persalinan pun dilakukan dengan jalan caesar.

Persalinan pervaginam bisa dilakukan bila tidak terdapat faktor-faktor yang telah disebutkan di atas. "Misalnya bila bayinya kecil, panggul luas, bayi tidak terlilit usus," terang dr. Karno.
JENIS SUSNGSANG
Bila dikaitkan dengan posisi kaki bayi, ada 3 jenis sungsang, yaitu:
* Frank Breech/Letak Bokong Letak bokong dengan kedua tungkai kaki terangkat ke atas, kadang kaki sampai menyentuh telinga.
* Complete Breech/Letak Sungsang Sempurna Letak bokong di mana kedua kaki ada di samping bokong (letak bokong kaki sempurna/lipat kejang). Seakan posisi bayi "jongkok" dengan bokong di atas mulut rahim, lutut terangkat ke perut.
* Incomplete Breech/Singel Footling Breech Bila satu kaki di atas dan kaki yang lainnya di bawah, dalam dunia kedokteran disebut presentasi bokong kaki. Tetapi, kasus letak sungsang jenis ini jarang ditemui.


Thursday, July 13, 2006

Hal-hal yang menakjubkan pada BAYI

1. Mengendong bayi membuat anda merasa besar, kuat, penting, bertanggungjawab, dan benar benar merasa dibutuhkan.

2. Setiap bayi memiliki mujizat tersendiri.

3. Seorang bayi melihat dunia melalui mata kita, supaya kita dapat menemukan kembali keindahan yang dianggap biasa.

4. Bayi terkenal karena kesabarannya. Mereka akan menunggu dan menunggu dan menunggu sampai akhirnya kita tertidur sebelum dia mulai menangis lagi.

5. Ketika bayi tidak mau berhenti menangis, ingatlah bagaimana senangnya kita mendengar suara tangisnya pertama kali.

6. Beberapa lembar rambut halus di kepala bayi bisa menciptakan keinginan yang tidak tertahankan untuk menghiasinya seperti mengikat pita di sana.

7. Amati saat bayi tidur pada malam hari dan kita akan lupa betapa letihnya kita.

8. Suara tawa bayi adalah obat manjur untuk stress dan suara sendawanya memberikan kepuasan tertinggi.

9. Senyuman seorang bayi bisa membuat kita lupa segala rencana kita dan ketika ingat rencana tersebut rasanya sudah tidak penting lagi.

10. Dikenali seorang bayi bisa terasa lebih hebat dan membanggakan daripada dikenal di seluruh kota bahkan mungkin dunia.

11. Memandikan bayi pertama kali adalah salah satu hal paling berani yang pernah kita lakukan.

12. Anda akan belajar bahasa baru dengan bayi baru. Apakah anda pernah mengira bahwa ciluk-ba bisa menjadi permainan yang begitu hebat?

13. Memasang popok bayi adalah latihan Geometri yang sangat logis.

14. Jangan mengabaikan bakat olahraga bayi anda - melempar makanan melintasi ruangan mungkin menunjukan ia akan menjadi calon pemain basket,memukul mainan keluar dari boksnya bisa menjadi tanda calon juara tenis,merangkak dengan kecepatan tinggi untuk mendorong jambangan kesayangan anda dari meja tamu mungkin berarti dia calon pelari lintas alam. Ini adalah beberapa hal yang perlu dipikirkan ketika kita membersihkan tumpahan dan pecahannya.

15. Tidak ada mulut yang lebih terkatup rapat dari pada mulut bayi ketika kita mencoba memasukan makanan kedalamnya dan tidak ada yang lebih akurat daripada semburan makanan bayi pada kita.

16. Kata pertama dari mulut bayi tidak selalu "Pa Pa" atau "Ma Ma" Jangan merasa tersingung kalau itu "Guk guk" atau "Pus Pus".

17. Seorang bayi bisa membuat Ibu anda mengira bisa mengurusnya lebih baik daripada anda sendiri dan mereka dengan senang hati bersedia dititipi.

18. Seorang bayi akan membuat ayah anda lupa bahasa aslinya.

19. Seorang bayi akan membuat kita memandang diri kita terus menerus secara serius.

20. Bayi sangat pemaaf, mereka senang mendengar kita menyanyi walaupun suara kita sumbang dan mereka akan tertawa mendengar lelucon kita, tidak perduli berapa kali kita mengulanginya.

21. Bayi tidak memerlukan kita menjadi sempurna, mereka hanya perlu kita ada.

22. Bayi bisa membuat anda merindukan waktu untuk diri sendiri, sampai akhirnya waktu itu ada dan anda segera menginginkan bayi anda lagi.

23. Bayi senang pergi ke restaurant tapi mereka tidak ingin makan, mereka lebih suka menyobek kertas tisue, memukuli kue, bermainan sedotan dan menarik perhatian semua orang.

24. Seorang bayi bisa menjadi sangat pemarah. coba saja melepaskan kue dari mulutnya supaya kita bisa memotretnya.

25. Bayi dibungkus dengan semua harapan dan impian kita tapi kita harus melonggarkan bungkusan itu agar mereka punya tempat untuk tumbuh.

26. Apapun yang cocok untuk bayi teman anda tidak akan cocok untuk bayi anda. Tapi setiap bayi sama saja dengan bayi lain mereka tumbuh, merangkak, berjalan dan berbicara pada waktunya sendiri.

27. Tatapan seorang bayi mengingatkan kita bahwa kita punya jiwa dan bayi itu telah menemukannya.

28. Setiap bayi adalah tantangan, tapi bayi anda akan mengeluarkan kemampuan terbaik anda.

29. Seorang bayi akan membuat anda tidak pernah sama. Anda akan selalu mengutamakan bayi anda di atas siapapun, anda akan mengambil lebih sedikit untuk diri sendiri dan memberi lebih banyak pada bayi anda dan anda akan mencoba menjadi orang yang lebih baik untuk memberi contoh baginya.

30. Ketika seorang bayi memasuki kehidupan kita, tiba-tiba anda bisa mengerti dan tahu apa yang telah diberikan orang tua anda dahulu.

From :http://widyamurdani.blogspot.com/